Rabu, 21 Desember 2011

HARI IBU, IBU HARI

Hari ibu adalah ibu hari,
sehari-hari menjadi ibu
menjadi ibu seharian,
maka hari adalah hari ibu
maka ibu adalah ibu hari.
Seperti surat al-Fatihah
sebagai Ummul-kitab,
ibu adalah buku harian
yang mencatat hari-hari kehidupan kita
yang menarasikan gambaran keseharian kita,
maka ibu adalah buku hidup
yang menghidupkan biografi kenangan kita
dalam resep-resep menu di dapur,
dalam sajian di meja hidangan,
dalam asuhan di kereta ayunan,
dalam didikasi yang penuh kasih,
maka alangkah sederhananya hari-hari ibu
dalam kenangan ini?.
Ibu adalah ummul-kitab,
ibu adalah induk kitab kehidupan,
yang menjadi sumber keutamaan hati
yang menjadi rujukan makna kasih,
maka dalam keutamaan ini, ibu menjadi ibu
maka dalam makna kasih ini, ibu menjadi ibu;
maka sorgalah di telapak kakinya,
hanya dengan Basmallah, bisa memahami kasihnya
hanya dengan Hamdalah, bisa memahami keutamaannya,
demikian ibu yang ibu,
demikian ibu yang ibu kehidupan.
Dalam sabda, ibu menjadi utama
dalam nyata, ibu menjadi mulya,
seperti itulah nabi bersabda
seperti itulah ajaran beragama,
maka jangan katakan "ah" pada ibu
maka jangan nyatakan "tidak" pada ibu,
karena mata hati menjadi gelap-gulita adanya
karena mata air kehidupan menjadi keruh adanya,
jadilah sabda
jadilah nyata,
dalam keutamaan ibu
dalam kemulyaan ibu.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar